ā Kabupaten Pekalongan mendapat perhatian dalam Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat dan peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Mangrove di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (10/8/2026).Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.H., hadir sebagai salah satu narasumber dan memaparkan praktik pengelolaan mangrove di Kabupaten Pekalongan yang memadukan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Sukirman tampil bersama sejumlah tokoh dan pakar, di antaranya Prof. Emil Salim, Sigit Puji Santosa dari Danantara, Rajendra Aryal dari FAO, serta Hasna Wihdatun Nikmah dari World Bank.Dalam paparannya, Sukirman menjelaskan berbagai upaya Kabupaten Pekalongan dalam mengelola kawasan mangrove sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Paparan tersebut mendapat apresiasi dari Deputi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc. Menurutnya, Pekalongan menunjukkan komitmen untuk mengoptimalkan nilai ekonomi karbon dari ekosistem mangrove.Bahkan, Kabupaten Pekalongan dinilai berpeluang menjadi pilot project sekaligus trendsetter pengembangan ekonomi karbon mangrove bagi daerah lain di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura).āKami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang tadi sudah menjadi leader untuk deklarasi komitmen bagaimana mengoptimalkan nilai ekonomi karbon dari mangrove,ā ujar Abdul Haris.
Langkah tersebut membuka peluang baru bagi Pekalongan: mangrove tidak hanya dipandang sebagai benteng pesisir, tetapi juga aset lingkungan yang dapat memberi nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



