Menu

Mode Gelap
Denny Caknan Sukses Goyang Ribuan Penonton di Ambarawa Ambarawa Kembali Gelar Operasi Yustisi, Ingatkan Warga Disiplin Prokes Bupati Kab. Magelang Support Media Independen di Magelang Jawa Utara & Jawa Selatan Termasuk 9 Calon Provinsi Baru di Pulau Jawa Pantai Tall Wolu Paling Adem dan Sejuk

News · 1 Apr 2022 03:13 WIB ·

Diduga Cabuli Santri, Pengasuh Ponpes di Jetis Bandungan di tahan


 Diduga Cabuli Santri, Pengasuh Ponpes di Jetis Bandungan di tahan Perbesar

Warga Kabupaten Semarang khususnya di Desa Jetis, Kecamatan Bandungan digegerkan kabar dugaan tindak pencabulan terhadap santrinya yang diduga dilakukan pengasuh pondok pesantren (ponpes) dimana santri-santri itu menimba ilmu, peristiwa memilukan itu terjadi di Ponpes & SMPIT ‘AF’ yang berada di Dusun Ngawinan, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan pada bulan Februari 2022.

Dugaan pencabulan oleh KH ASZ (50) pengasuh Ponpes & SMPIT AF dilakukannya sekitar bulan Februari 2022. Dan diduga para korbannya adalah anak-anak dibawah umur yang juga sebagai santri di Ponpes & SMPIT AF tersebut.

“Kalau kejadian persisnya, saya tidak tahu. Namun, beberapa minggu ini para orangtua santri banyak memperbincangkan adanya beberapa santri perempuan yang menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan Pak KH ASZ, pengasuh Ponpes & SMPIT AF ini. Saat di temui dari jatengnews.com beberapa orang tua santri sedikit memberikan keterangan “Untuk alamat korban-korbannya, maaf mas saya tidak berani menyebutkannya. Kasihan, anak mereka karena telah menjadi korban,” disela menengok anaknya di Ponpes & SMPIT AF, Jetis, Bandungan belum lama ini.

kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Semarang. Orangtua para korban menyatakan menolak untuk diajak damai, bahkan kasus yang menimpa anaknya itu harus dilaporkan ke polisi dan diusut hingga tuntas.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA melalui Kasat Reskrim AKP Tegar Satrio W ketika dikonfirmasi awak media  terkait kasus dugaan pencabulan oleh Pengasuh Ponpes & SMPIT AF terhadap beberapa santri perempuan yang masih dibawah umum, dengan tegas membenarkan. Bahkan, pihaknya menyatakan kasus tersebut tetap lanjut hingga proses hukum. KH ASZ juga sudah ditahan sejak akhir bulan Februari 2022 lalu.

“Kasus dugaan pencabulan terhadap beberapa santri perempuan yang dilakukan pengasuhnya KH ASZ, jika berkas sudah lengkap akan langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa Kabupaten Semarang. Setelah kasus itu kita limpahkan ke Kejari, kita menunggu selesainya penelitian yang dilakukan oleh jaksa. Sekali lagi, saya tegaskan bahwa kasus dugaan pencabulan ini atau perkara ini tetap lanjut hingga proses hukum,” terang AKP Tegar Satrio W melalui pesan WhatsApp (WA) dan sambungan telepon kepada awak media Rabu (31/03/2022) malam.

Sementara itu, KW (istri KH ASZ) saat dikonfirmasi awakmedia sejak awal Maret 2022 lalu dan dilanjutkan pada 12 Maret 2022, melalui pesan WA tidak ada respon dan pesan WA yang diterimanya hanya dibaca saja. Sedangkan, ketika di telpon terdengar nada dering namun tidak mau menerimanya. Namun, pada Kamis (31/03/2022) malam sekitar pukul 20.16 WIB,

melakukan konfirmasi ulang melalui telepon selulernya, berhasil diterima dan hanya menjawab satu kata “Maaf”. Dan sambungan telepon langsung dimatikan. ***

#heru//dhanis

 

 

Oleh: Dhanis

Artikel ini telah dibaca 2,943 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perdana “Festival Bunga Di Bandungan”

29 Agustus 2022 - 02:55 WIB

Ina Prihati Nur Islami Siswi SMA N 1 Ambarawa Harumkan Nama Indonesia Dalam ASEAN ParaGames 2022 Cabang Renang

11 Agustus 2022 - 02:08 WIB

Kronologi Pelaku Mutilasi Pembunuhan Di Ungaran

26 Juli 2022 - 09:01 WIB

Geger!! Penemuan Organ Tubuh Di Ungaran Diduga Korban Mutilasi

24 Juli 2022 - 07:50 WIB

Kunjungan PANGDAM IV / DIPONEGORO Di Lapas Kelas II Ambarawa

20 Juli 2022 - 10:42 WIB

Truck Trailer Muat Tepung Rem Blong ,Tiga MD Dua Selamat Di Bawen Kabupaten Semarang

16 Juli 2022 - 05:06 WIB

Trending di News