Menu

Mode Gelap
Denny Caknan Sukses Goyang Ribuan Penonton di Ambarawa Ambarawa Kembali Gelar Operasi Yustisi, Ingatkan Warga Disiplin Prokes Bupati Kab. Magelang Support Media Independen di Magelang Jawa Utara & Jawa Selatan Termasuk 9 Calon Provinsi Baru di Pulau Jawa Pantai Tall Wolu Paling Adem dan Sejuk

Wisata · 10 Des 2020 14:09 WIB ·

‘Virtual Tour’ Jadi Terobosan Wisata Kala Pandemi


 ‘Virtual Tour’ Jadi Terobosan Wisata Kala Pandemi Perbesar

‘Virtual Tour’ Jadi Terobosan Wisata Kala Pandemi

Pandemi Covid-19 menyebabkan kondisi perekonomian Indonesia babak belur. Sejumlah sektor industri mengalami kerugian, tak terkecuali industri pariwisata. Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, pasien yang terkonfirmasi Covid-19 baik dirawat di rumah sakit ataupun isolasi mandiri saat ini justru semakin bertambah. Dengan meningkatnya angka kasus Covid-19 tersebut, maka pemerintah mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Bertambahnya kasus Covid-19 ini juga mempengaruhi perkembangan industri pariwisata di Jawa Tengah. Dengan keadaan seperti ini tak memungkinkan bagi para pelaku wisata dan pemerintah setempat untuk membuka kembali destinasi-destinasi wisata karena dikhawatirkan jika nekat membuka tempat wisata, kasus Covid-19 akan semakin bertambah. Namun, kondisi sulit seperti ini justru menjadi tantangan bagi para pelaku pariwisata dalam  menyelamatkan industri pariwisata dari keterpurukan dan mencari solusi agar masyarakat tetap bisa berwisata tanpa mengunjungi secara langsung ke lokasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 89,12 persen dibanding jumlah kunjungan pada bulan Juli 2019. Maka, pemerintah bersama para pelaku wisata harus berpikir keras dalam mencari solusi dan inovasi baru agar industri pariwisata tidak semakin terpuruk. Salah satu solusinya yaitu dengan mengusung konsep virtual tour. Adanya perubahan tren pariwisata selama masa pandemi menyebabkan terjadinya perubahan  gaya masyarakat dalam berwisata. Mereka akan memilih wisata yang tidak melibatkan banyak orang, dan tetap bisa dilakukan dengan aman, seperti virtual tour.

Virtual tour, menjadi sebuah terobosan promosi wisata saat masa pandemi seperti ini. Adanya pandemi seperti sekarang ini membuat ruang gerak masyarakat menjadi terbatas, sehingga masyarakat lebih memilih beraktivitas dirumah dengan memanfaatkan smartphone yang mereka punya. Melalui virtual tour ini, semua orang bisa menikmati perjalanan wisata secara online tanpa datang ke lokasi bahkan bisa dilakukan sambil rebahan. Konsep virtual tour ini memanfaatkan teknologi digital dalam penerapannya. Beberapa platform e-commerce yang mengusung konsep virtual tour, misalnya seperti Traveloka yang bekerja sama dengan Kemenparekraf telah meluncurkan inovasi virtual tour Online Xperience. Hanya dengan mengunduh aplikasi seperti Zoom  kita bisa melakukan wisata online atau virtual tour ini dengan aman dan mudah.

Sebagai contoh, PT TWC Borobudur pada tanggal 1 November 2020 lalu, mengadakan live virtual tour candi Borobudur melalui live streaming laman aplikasi Zoom dan laman Youtube  @borobudurpark. Menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Hetty Herawati, program virtual tour ini dilakukan sebagai upaya percepatan pemulihan pariwisata dengan memberikan variasi/ produk pengalaman baru bagi wisatawan dalam berwisata.

Adanya pandemi Covid-19 seperti saat ini membuat masyarakat mulai jenuh karena terlalu lama berdiam diri dirumah, maka dari itu dengan adanya virtual tour sebagai terobosan baru yang dikembangkan secara menarik harapannya dapat mengurangi rasa jenuh pada masyarakat. Meskipun virtual tour tidak bisa menggantikan pengalaman liburan secara nyata, tetapi  melalui virtual tour wisatawan tetap bisa mengeksplor destinasi-destinasi wisata, menjelajahi alam nusantara dengan keseruan yang unik dan pengalaman baru dalam berwisata tentunya.

Pandemi Covid-19 ini mempercepat proses digitalisasi dimana hal ini mendorong masyarakat untuk bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Terobosan promosi melalui virtual tour ini ternyata juga direspon baik oleh pemerintah maupun masyarakat yang sudah rindu untuk berwisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Wisnuhutama Kusubandio juga mendukung inovasi para pelaku pariwisata dalam mengusung konsep virtual tour sebagai ajang promosi wisata di masa pandemi seperti sekarang ini.

Menurut saya sendiri, adanya konsep virtual tour yang telah diusung oleh beberapa pelaku pariwisata bersama pemerintah, menjadi suatu gagasan atau inovasi baru dalam berwisata yang mana memberikan hiburan bagi masyarakat karena sudah terlalu lama berdiam diri dirumah. Dengan adanya konsep virtual tour ini, lambat laun industri pariwisata mulai aktif kembali. Inovasi seperti ini lah yang mampu mengembalikan eksistensi industri pariwisata sehingga mampu menjadi industri yang tetap mendatangkan devisa bagi negara.

Oleh: Afifa Nurullita Fatwati

TENTANG PENULIS

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

3 Tahun Tetap Eksis,Ternyata Ini Rahasia Sukses Pasar Pagi Kartoharjo Kab.Magelang

9 Agustus 2022 - 11:38 WIB

CFD Night Borobudur Bakal Hadir, Manjakan Pengunjung

11 Juli 2022 - 14:38 WIB

Tak Hanya Wisata Gunung Andong, Desa Wisata Di Magelang Ini Tawarkan Wisata Desa Terpadu

3 Juli 2022 - 13:30 WIB

Direktur PT TWC Borobudur : Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 750 rb Ini Penjelasannya

5 Juni 2022 - 08:59 WIB

Merbabu Sae : Pesona Hutan Pinus Lereng Merbabu Dan Kopi Susu Aren Nan Sedap

16 Mei 2022 - 14:51 WIB

Pasar Ramadhan Di Lereng Andong Ini Mendadak Viral, Ternyata Ini Penyebabnya

9 April 2022 - 13:32 WIB

Trending di Wisata